Apa itu Kolokium ?

Diposting pada

Kolokium (Seminar atau Konferensi)

Apa itu Kolokium

Apa itu Kolokium ? Secara Umum artinya konferensi atau seminar akademik.

Banyaknya konferensi, simposium, lokakarya, seminar, seminar, dan pertemuan-pertemuan lain yang dikhususkan untuk topik sains membuktikan keinginan kuat untuk berinteraksi.

Dasar

Pertama, kata “colloquium” sering tidak dikenali oleh orang awam. Sebagaimana didefinisikan oleh Oxford Dictionary, colloquium adalah kata benda yang hanya kata lain untuk seminar atau konferensi. Berfokus pada seni sebagai subjek utama, sebuah kolokium seni merupakan seminar konferensi tentang seni.

Ini adalah definisi yang sangat mendasar, tetapi lebih dari ini, ada banyak lagi konferensi seni semacam ini. Dalam kolokium seperti itu, karya seni fisik biasanya ditampilkan. Sesi berbicara ahli dilakukan dan analisis serta pendapat diberikan berkenaan dengan seni. Pada akhirnya, kolokium dalam seni seringkali bekerja di beberapa bagian: memajang karya seni, menganalisisnya, berdiskusi, dan menyimpulkan secara produktif.

Tujuan

Tujuan konferensi semacam itu sangat beragam dan dapat berkisar dari satu tempat ke tempat lainnya. Generalisasi motif yang adil di sini dapat mencakup mendidik, memberikan kesadaran, menyebarkan pendapat, memperdebatkan konsep dan gagasan, dan bahkan pemaparan sederhana dan iklan seni kepada kelompok besar. Ini hanya berbicara secara umum karena setiap acara benar-benar berbeda.

Perbedaan Seminar, Simposium dan Kolokium

SEMINAR

  • Sebuah pertemuan di mana anda menerima informasi dan pelatihan mengenai topik tertentu (misal : seminar jurnalistik, seminar tentang perencanaan karir, seminar pendidikan dan sebagainya)
  • Kelas khusus untuk mahasiswa dalam konteks proses studi di perguruan tinggi atau universitas (misal : seminar tugas akhir)

SIMPOSIUM

  • Sebuah pertemuan formal yang menghadirkan para ahli untuk membahas topik tertentu
    Kumpulan artikel tentang topik tertentu

KOLOKIUM

  • Pertemuan akademis di mana seorang ahli menyampaikan suatu topik dan kemudian menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan topik tersebut.
Gambar Gravatar
Semua manusia itu pintar.. Namun yang membedakannya proses kecepatan belajar. pada suatu saat ada peserta didik yang belajar dalam 1-3 pertemuan. ada juga yang membutuhkan 3 pertemuan lebih untuk dapat memahami materi... Dengan kata lain, Belajar tergantung kondisi dan keadaan seseorang untuk memahami materi. baik itu cuaca, suasana, perasaan dan lingkungan yang mempengaruhi. Maka temukanlah kondisi terbaik dirimu untuk belajar. Jika kamu tidak mengerti materi yang diajarkan gurumu hanya saja kamu belum menemukan kondisi terbaik untuk belajar. Karena tidak ada manusia yang bodoh hanya saja malas atau tidak fokus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *