Pertumbuhan dan Perkembangan – Pengertian, Ciri, Proses dan Kelainan

Diposting pada

Pertumbuhan dan Perkembangan – Pengertian, Ciri, Proses dan Kelainan – Dalam kehidupan anak terdapat dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Tahapan tumbuh kembang manusia terbagi menjadi dua, yaitu masa pra kelahiran dan masa pasca kelahiran. Banyak orang yang menggunakan istilah pertumbuhan dan perkembangan manusia secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara interdependensi, artinya saling bergantung satu sama lain. Kedua proses ini tidak bisa dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi biasa dibedakan untuk maksud lebih memperjelas penggunaannya.

Setiap orang berkembang dengan karakteristiknya tersendiri, mempunyai keunikan masing-masing. Setiap manusia selalu belajar beradaptasi dengan kehidupannya saat berada dalam kandungan di mana janin bernafas, mendapatkan makanan dan mendengarkan suara- suara yang datangnya dari luar hingga pasca kelahiran dan terus berjalan melampaui waktu kehidupan mereka.

Pertumbuhan dan Perkembangan

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan masing-masing memiliki arti dan definisi yang berbeda namun saling terkait erat satu dengan yang lain dan tidak dapat terpisahkan. Pertumbuhan berasal dari kata tumbuh yang artinya adalah proses bertambahnya ukuran berbagai organ (fisik) yang disebabkan karena adanya peningkatan ukuran dari masing-masing sel organ terkait.

Secara visual, pertumbuhan makhluk hidup dapat dilihat dari perubahan dimensinya atau ukurannya seperti panjang tinggi atau volumenya. Makhluk hidup yang tumbuh cenderung terlihat semakin besar. Oleh karena itu pertumbuhan dapat dinyatakan dalam ukuran pajang ataupun berat. Ciri-ciri pertumbuhan antara lain sebagai berikut :

  • Terjadi perubahan fisik dan perubahan dimensi serta ukuran.
  • Terjadi peningkatan jumlah sel.
  • Terdapat penambahan kuantitatif individu.
  • Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang, volume maupun berat.
  • Dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
  • Bersifat terbatas yang artinya pada usia tertentu makhluk hidup tidak dapat tumbuh lagi.

Pertumbuhan dapat terjadi karena pada tubuh makhluk hidup tersusun oleh sel-sel. Sel-sel tersebut dapat membelah diri sesuai dengan jumlah kelipatannya. Bertambahnya jumlah sel menyebabkan bertambahnya ukuran tubuh makhluk hidup. Pada usia dewasa, pembentukan dan pembelahan sel-sel baru hanya berfungsi untuk memperbaharui sel–sel yang rusak. Pada usia tua, kemampuan membelah diri sel generatif semakin menurun,sehingga sel–sel tua dan rusak tidak seluruhnya tergantikan oleh sel yang baru dan pada akhirnya sel-sel baru tidak terbentuk lagi. 

Sedangkan perkembangan bisa didefinisikan sebagai suatu proses pematangan majemuk (komprehensif) yang berkaitan dengan aspek diferensiasi bentuk atau fungsi termasuk juga perubahan pada aspek sosial dan emosional. Perubahan struktur dan fungsi tersebut merupakan bagian-bagian penyusun tubuh, bertambah lengkap, sempurna dan kompleks. Adapun ciri-ciri perkembangan makhluk hidup antara lain adalah :

  • Adanya proses peningkatan kualitatif individu.
  • Adanya proses peningkatan kedewasaan.
  • Tidak dapat dinyatakan secara fisik seperti dalam ukuran, panjang maupun berat.
  • Bersifat sistematis, progresif, dan berkesinambungan. Artinya perkembangan berjalan terus menerus sampai makhluk hidup mati.

Simak Juga : Soal Pertumbuhan dan Perkembangan Mahluk Hidup [+Jawaban]

B. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Pra Kelahiran dan Pasca Kelahiran

Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia terdapat 2 fase utama yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.

1. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik

Kehamilan diawali dengan proses fertilisasi (pembuahan) yang akan berlanjut pada perkembangan embrio hasil fertilisasi. Fertilisasi atau pembuahan adalah peleburan antara inti sel telur dengan inti sel sperma. Dari ratusan inti sel sperma, hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Saat fertilisasi, kepala sperma menembus dinding sel telur, sedangkan ekornya tertinggal di luar.

Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik

Selanjutnya inti sel telur dan inti sel sperma bersatu. Setelah bersatu, ovum menjadi zigot. Zigot berupa sel diploid (2n) dengan jumlah kromosom 23 pasang. Selanjutnya sambil bergerak ke arah uterus, zigot membelah secara mitosis berkali – kali. Zigot membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya. Tahap ini disebut tahap pembelahan (cleavage). Pada saat zigot mencapai 32 sel dan seperti buah arbei disebut morula.

Morula akan berkembang membentuk blastula. Pada perkembangan selanjutnya, sel-sel bagian dalam blastula akan membentuk bakal janin (embrioblas) dan sel-sel bagian luarnya membentuk trofoblas. Trofoblas merupakan dinding yang berfungsi untuk menyerap makanan dan nantinya akan membentuk plasenta (ari-ari, tembuni).

Pada hari ke-4 atau ke-5 setelah fertilisasi, blastula kemudian bergerak menuju uterus. Selama proses ini, korpus luteum menghasilkan hormon progesteron untuk implantasi (perlekatan) embrio pada dinding uterus dengan merangsang pertumbuhan uterus. Dinding uterus menjadi lunak, tebal, dan lembut serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk). Blastula kemudian melakukan implantasi atau tertanamnya embrio pada uterus (rahim). Zigot yang telah menempel pada dinding rahim disebut embrio. Jika embrio tersebut bertahan hingga dua bulan dan mulai tumbuh bagian atau organ-organ tubuh dan embrio sudah dilindungi berbagai selaput dan cairannya, embrio selanjutnya disebut janin (fetus) sampai pada saat bayi dilahirkan.

Zigot yang menempel (embrio)

Di dalam masa prenatal (pra kelahiran) ditemukan tiga fase pertumbuhan yaitu germinal, embrional dan fetus (janin).

Fase Germinal

Fase ini berlangsung ini berlangsung kira-kira dua minggu pertama dari kehidupan yakni sejak terjadinya pertemuan antara sel sperma dengan sel telur atau ovum, yang dinamakan dengan pembuahan atau fertilisasi. Zigot (hasil pembuahan) berkembang cepat 72 jam setelah pembuahan, membelah diri menjadi 32 sel dan sehari kemudian sudah menjadi 70 sel. Pembelahan ini berlangsung terus sampai menjadi 800 milyar sel atau lebih dan dari sinilah manusia tumbuh berkembang.

Fase Germinal

Dalam fase germinal ini terbentuklah saluran yang menempel pada uterus yang dicapai selama 3-4 hari yang kemudian berubah bentuk menjadi blastocyst dan terapung bebas dalam uterus selama satu atau dua hari. Beberapa sel sekitar pinggiran blastocyst membentuk piringan embrionik (embryonic disk) merupakan massa sel yang tebal (Suhardjo, 1992:32). Trofoblas terbenam lebih dalam dan berdiferensiasi membentuk plasenta.

Fase Embrional

Berkembang mulai pada 2-8 minggu setelah pembuahan. Bagian embrioblas membentuk dua lapisan pada hari kedua belas yaitu lapisan luar (ektodermis) dan lapisan dalam (endodermis). Bagian permukaan dari lapisan ektodermis melakukan pelekukan (invaginasi) ke dalam membentuk lapisan mesodermis. Proses ini disebut gastrulasi, dan terjadi pada minggu ketiga.

Fase Embrional

Pada perkembangan berikutnya, dari ketiga lapisan dasar terbentuk jaringan, organ, dan sistem organ. Keadaan ini terjadi mulai dari minggu keempat sampai kedelapan dan saat itu disebut organogenesis (pembentukan organ).

Lapisan DasarOrgan – Organ yang Dibentuk
EktodermisSusunan saraf, hidung, mata, epidermis, dan kelenjar-kelenjar kulit.
MesodermisJaringan tulang, otot, jantung, pembuluh darah dan getah bening, ginjal, kelenjar kelamin dan limpa.
EndodermisKelenjar gondok dan anak gondok, hati, pankreas, dan epitelium yang membatasi uretra, kandung kemih, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan.

Bersamaan dengan terbentuknya tiga lapisan tersebut, sistem pendukung kehidupan pada embrio juga berkembang dengan pesat. Termasuk dalam sistem ini adalah amnion (kantong ketuban), tali pusar dan plasenta.

  • Amnion adalah sistem dukungan yang kehidupan yang merupakan kantong tipis atau amplop berisi cairan yang jernih tempat embrio yang berkembang mengapung.
  • Tali pusar terdiri dari dua arteri dan satu vena yang menghubungkan bayi dengan plasenta.
  • Plasenta berisi kelompok jaringan yang memiliki bentuk seperti piringan dan di dalamnya terdapat pembuluh darah kecil yang terangkai antara ibu dengan bayinya, tetapi tidak bergabung. Pada saat kebanyakan wanita mengetahui mereka hamil, organ-organ utama mulai terbentuk

Fase Fetus (janin)

Berkembang mulai dari delapan minggu setelah pembuahan. Tahap-tahap perkembangan embrio menjadi janin dan menjadi bayi yang siap dilahirkan adalah sebagai berikut :

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Triwulan I

Umur kehamilanPanjang fetusPembentukan organ
4 minggu7,5-10 mmRudimental mata, telinga & hidung.
8 minggu2,5 cmHidung, telinga, jari mulai dibentuk, kepala menekuk ke dada.
12 minggu9 cmDaun telinga jelas, kelopak mata melekat leher mulai terbentuk, alat kandungan luar terbentuk namun belum terdiferensiasi

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Triwulan II

Umur kehamilanPanjang fetusPembentukan organ
16 minggu16-18 cmGenetalia eksterna terbentuk dan dapat dikenal, kulit tipis dan warna merah.
20 minggu25 cmKulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh di kepala, dan rambut halus (lanugo) tumbuh di kulit.
24 minggu30-32 cmKedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata serta kulit keriput. Kepala besar. Bila lahir dapat bernafas tetapi hanya dapat bertahan hidup beberapa jam saja.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Triwulan III

Umur kehamilanPanjang fetusPembentukan organ
28 minggu35 cmKulit warna merah ditutupi veniks kaseosa. Bila lahir, dapat bernafas, menangis pelan dan lemah, bayi imatur.
32 minggu40-43 cmKulit merah dan keriput. Bila lahir, kelihatan seperti orang tua kecil (little old man)
36 minggu46 cmMuka berseri, tidak keriput. Bayi Prematur
40 minggu50-55 cmBayi cukup bulan. Kulit licin, verniks kaseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ-organ baik. Pada pria testis sudah berada dalam skrotum, sedangkan pada wanita, labia mayora berkembang baik.
Pertumbuhan dan Perkembangan Janin

2. Pertumbuhan dan Perkembangan Pasca Embrionik

Selama dalam kandungan bayi telah melewati berbagai proses perkembangan janin. Setelah lahir proses perkembangan masih berlanjut. Seorang bayi mengalami perkembangan baik otak maupun fisiknya dengan pesat selama 1 tahun. Adapun tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia pasca kelahiran antara lain :

a) Masa Balita

  • Usia 0-1 bulan

Bayi sudah bisa melihat jelas dalam jarak 8-12 inci, sudah bisa tersenyum namun gerakan yang dilakukan masih bersifat refleks seperti menggenggam, mencari puting susu dan jika pipinya disentuh kepala akan bergerak ke arah sentuhan.

  • Usia 2 bulan

Pada usia ini bayi sudah dapat membedakan wajah dan suara orang terdekatnya dan bisa memegang benda selama beberapa detik.

  • Usia 3 bulan

Bayi sudah bisa memegang dan mengayunkan benda yang dipegangnya, mengikuti arah dan gerakan benda-benda tersebut. 

  • Usia 4 bulan

Bayi sudah bisa tengkurap, asyik bermain dengan jemarinya dan sesekali dimasukkan ke mulutnya. Bayi juga sudah mulai mengoceh.

  • Usia 5 bulan

Pada usia ini bayi sudah mulai mengenali anggota keluarga yang lain. Bayi mulai senang memainkan mainan dan suka memasukkan jari kaki ke dalam mulutnya.

  • Usia 6 bulan

Mulai bisa berguling-guling (telentang, tengkurap dan kembali telentang lagi). Mulai menggerakkan badannya untuk meraih mainan dan marah jika tidak bisa mendapatkannya atau jika mainannya diambil.

  • Usia 7 bulan

Pada perkembangan usia 7 bulan bayi sudah bisa mulai mengangkat tubuhnya dengan tangan dan kakinya bahkan ada yang bisa bergerak maju atau mundur namun belum merangkak.

  • Usia 8 bulan

Bayi sudah mulai bisa merangkak dan duduk sendiri. Pada usia ini bayi juga sudah dapat mengambil benda-benda kecil dengan ibu jari dan jari-jarinya.

  • Usia 9 bulan

Bayi sudah mulai belajar berdiri dengan berpegangan pada benda lain atau merembet. Perkembangan lain adalah bayi sudah mulai memahami beberapa kata dan senang bermain cilukba dan tepuk tangan.

  • Usia 10 bulan

Bayi mulai bisa berjalan dengan bantuan. Dapat duduk dengan sendirinya dari posisi berdiri. Mengerti perintah-perintah sederhana, mulai mengucapkan kata-kata dan suka berjoget.

  • Usia 11 bulan

Bayi mulai bisa berdiri tanpa pengangan, mulai bersosialisasi seperti takut dengan orang asing dan senang bermain dengan teman-temannya.

  • Usia 12 bulan

Bayi sudah mulai bisa berjalan dan mengucapkan beberapa kata sederhana.  Bayi juga mulai mengerti dan bisa melakukan perintah sederhana.

Pertumbuhan bayi dari bulan ke bulan
  • Usia 2 – 5 tahun

Masa ini juga disebut sebagai usia main karena sebagian besar hidup anak dihabiskan untuk bermain.

b) Masa Anak-anak

Masa kanak-kanak akhir atau disebut juga masa anak sekolah ini berlangsung dari umur 6-12 tahun. Anak Usia 6-12 tahun adalah masa usia sekolah tingkat SD bagi anak yang normal.

Perkembangan anak masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Masa ini disebut orang tua dengan masa tidak rapi, masa bertengkar dan masa menyulitkan. Pada masa keserasian bersekolah ini anak-anak relatif lebih mudah untuk dididik di sekolah dari masa sebelum dan sesudahnya nanti.

c) Masa Remaja

Masa remaja adalah masa saat organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Setelah melewati masa kanak-kanak seseorang memasuki masa pubertas. Beberapa referensi juga menguraikan bahwa remaja merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan tahap transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa. Pada masa remaja ini berlangsung dari umur 13-21 tahun atau berlangsung saat individu matang secara seksual sampai mencapai usia matang menurut hukum.

Tahapan masa remaja dibagi kedalam 3 periode, yaitu

  • Remaja awal (13-15tahun)
  • Remaja pertengahan (15-18 tahun)
  • Remaja akhir (18-21 tahun)

Masa remaja merupakan periode perubahan yang sangat pesat baik dalam perubahan fisiknya maupun perubahan sikap dan perilakunya. Ada 4 perubahan yang bersifat universal selama masa remaja yaitu: meningkatnya emosi, perubahan fisik, dengan berubahnya minat dan perilaku.

Di akhir masa remaja, si remaja umumnya mengalami ambang dewasa, yaitu para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan tingkah laku remaja belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa dirinya telah hampir dewasa, mereka berpakaian dan bertindak seperti orang dewasa.

d) Masa Dewasa

Setelah melewati masa remaja, akan memasuki masa dewasa sebagai tahapan selanjutnya dari perkembangan manusia. Pada masa ini pertumbuhan tubuh mencapai ukuran maksimal. Tinggi badan akan terhenti pada usia sekitar dua puluh tahunan.

Selama masa dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang, berpotensi untuk terus belajar, mengembangkan diri dalam hal keterampilan, aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan terus berprestasi.

e) Masa Tua

Segala potensi pada masa dewasa akan mengalami kemunduran ketika memasuki masa tua. Terjadi pada usia sekitar 60 – 65 tahun. Tubuh semakin renta, wajah dan tangan mulai keriput, kesehatan menurun, kecerdasan menurun, bahkan pada usia lanjut orang mudah lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat.

Pada masa ini aktivitasnya menurun dan mulai sulit melakukan kegiatan sehari-hari, seperti berjalan dan lain-lain.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal).

Faktor Internal

  • Gen

Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di dalam sel makhluk hidup. Gen berpengaruh pada setiap struktur makhluk hidup dan juga perkembangannya, walaupun gen bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya. Artinya, sifat-sifat yang tampak pada makhluk hidup seperti bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna mata, warna bulu pada hewan, warna bunga, penambahan ukuran, dan sebagainya dipengaruhi oleh gen yang dimilikinya. Masing-masing jenis (spesies), bahkan masing-masing individu memiliki gen untuk sifat tertentu.

  • Nutrisi

Nutrisi/makanan berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Fungsi nutrisi di antaranya adalah sebagai bahan pembangun tubuh makhluk hidup. Sampai batas usia tertentu manusia akan mengalami pertumbuhan, yaitu bertambah tinggi dan besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap hari manusia makan makanan yang cukup bergizi. Nutrisi bagi manusia dapat berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Protein merupakan bahan pembangun sel-sel tubuh. Oleh karena itu dalam masa pertumbuhan harus mendapatkan protein yang cukup.

  • Hormon

Hormon merupakan senyawa organik (zat kimia) pada manusia dan sebagian hewan. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin merupakan kelenjar buntu, artinya kelenjar itu tidak memiliki saluran. Hasil sekresi kelenjar endokrin (hormon) langsung masuk ke pembuluh darah. Hormon diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Hormon mempengaruhi reproduksi, metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Pada manusia, hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH) mempengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seseorang yang kelebihan hormon akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa/gigantisme. Sebaliknya, jika seseorang kekurangan hormon pertumbuhan maka dapat mengakibatkan kekerdilan. Hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok (kelenjar tiroid) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Bila pada masa kanak-kanak kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan kretinisme. Kretinisme yaitu pertumbuhan yang lambat dan mental yang terbelakang, sehingga perkembangannya juga terhambat.

Faktor Eksternal

Faktor ini yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seorang tumbuh dan di besarkan, norma dalam keluarga, kelompok sosial, pengaruh-pengaruh lain seseorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian seseorang dan lingkungan ini sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang.

D. Gangguan yang Terjadi dalam Proses Tumbuh-Kembang Manusia

Ada beberapa macam gangguan kehamilan yang sering dialami para wanita. Gangguan ini terjadi karena berbagai sebab di antaranya perubahan hormonal, kinerja organ tubuh yang semakin berat, aktivitas yang mengganggu kehamilan, dan lain sebagainya.

Morning sickness adalah istilah yang merujuk pada gangguan mual muntah pada kehamilan, yang biasanya dialami wanita hamil pada trimester pertama. Menurut Flaxman, seorang ahli dari Universitas Colorado menyatakan bahwa morning sickness dipicu oleh situasi tertentu, seperti pandangan, bau-bauan, dan rasa dari makanan (daging atau sayuran) yang mungkin akan membawa bahaya untuk janin, termasuk terhadap rokok atau alkohol. Sesungguhnya morning sickness adalah suatu bentuk mekanisme pertahanan diri baik bagi ibu maupun janinnya. Hal ini umumnya terjadi pada minggu ke-6 sampai 18 kehamilan, yang merupakan periode paling rentan bagi janin terhadap ketidakseimbangan kimiawi. Gangguan pada kehamilan yang berupa infeksi di bawah ini yaitu:

Pada masa kehamilan

Salah satu gangguan yang dapat menghambat proses kehamilan adalah penyakit TORCH. Ada baiknya sebelum hamil ibu mewaspadai berbagai penyakit yang dapat mengganggu kehamilan. Salah satu gangguan kesehatan yang dapat menghambat proses kehamilan adalah penyakit TORCH, yaitu gabungan dari 4 penyakit infeksi: Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes. Ke-empat jenis penyakit tersebut sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil

Toxoplasmosis

Disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Infeksi toksoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil. Penularan dapat melalui kucing dan daging. Umumnya infeksi terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik, namun gejala yang muncul biasanya ringan, mirip gejala influenza: lelah, meriang, atau demam. Untuk mengetahui penyakit ini, diperlukan pemeriksaan laboratorium, antara lain: Anti- Toxoplasma IgG, IgM serta aviditas Anti-Toxoplasma IgG.

Rubella

Infeksi Rubella dapat meningkatkan angka kematian prenatal dan sering menyebabkan cacat bawaan pada janin. Sering dijumpai apabila infeksi pada kehamilan trimester pertama, resiko terjadinya kelainan adalah sekitar 30-50%. Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Tanda dan gejala Rubella pada tiap ibu bervariasi dan bahkan pada beberapa pasien, ruam merah pada kulit juga tidak tampak. Lakukan pemeriksaan berkala ke dokter, dan jika ibu belum memiliki kekebalan segera lakukan vaksinasi sebelum ibu hamil.

Cytomegalovirus (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegal, sebuah virus yang termasuk golongan keluarga Herpes. Virus ini dapat tinggal secara laten di dalam tubuh dan bisa menyerang saat daya tahan tubuh ibu melemah. Ibu hamil yang terinfeksi virus CMV, janinnya memiliki resiko tertular sehingga bisa mengalami gangguan seperti pembesaran hati, sakit kuning (jaundice), pengapuran otak, gangguan pendengaran, retardasi mental, dan lain sebagainya(Marmi, A. Retno Murti, Ery  Fatmawati,2011 : 39 ).

Herpes Genital

Infeksi Herpes pada alat kelamin atau Herpes Genital disebabkan oleh virus Herpes Simpleks Tipe II (HSV II) . Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut sensorik dan berdiam di Ganglion sistem syaraf otonom. Pemeriksaan Laboratorium yaitu Anti_HSV II IgG dan IgM sangat penting untuk deteksi dini infeksi dan mencegah bahaya lebih lanjut pada bayi ibu. Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH adalah hewan yang ada di sekitar kita (hewan peliharaan), juga bisa berasal dari perantara (penyebab tidak langsung) seperti memakan sayuran yang tidak bersih atau daging setengah matang.

Pasca Kehamilan

Mental Retardasi (MR)

MR (keterbelakangan mental) adalah suatu keadaan di mana kemampuan intelektual di bawah rata-rata dan di sertai dengan penurunan perilaku adaptasi selama masa perkembangan. Biasanya kelihatan saat umur anak di atas 3 tahun.

Penyebab MR (Mental Retardasi) adalah :

  • Pre Natal (saat kehamilan): anoxia (kurang oksigen), infeksi ibu seperti toksoplasma, rubella, sipilis, kekurangan gizi.
  • Natal (saat kelahiran): anoxia, prematur, lahir dengan di vakum, dan lain-lain.
  • Post Natal (saat pertumbuhan 0-3 tahun): anoxia, trauma kepala, kurang gizi, dan lain-lain.

Down Sindrome

Down Sindrome adalah gangguan mental sindrom akibat dari jumlah kromosom yang tidak normal dan memiliki ciri yang khas seperti wajah mongoloid. 90% kasus di sebabkan karena kelebihan kromosom ke-21, perpindahan komponen kromosom 21 pindah ke kromosom yang lain sehingga pada manusia normal mempunyai 2 garis kromosom yang sama (linear) menjadi tidak seimbang karena salah satu kromosomnya menjadi 47 (normalnya 46). Penyebab yang lainnya adalah faktor usia pada saat ibu hamil. Berdasarkan penelitian di mana usia ibu melahirkan adalah 40 tahun lebih beresiko melahirkan anak dengan down syndrome dari pada ibu-ibu muda.

Autis

Autis adalah gangguan tumbuh kembang anak pada masa kanak-kanak dengan karakteristik sebagai berikut :

  • Kurang atau tidak adanya respon terhadap orang lain.
  • Penurunan dalam berkomunikasi atau berbicara.
  • Bereaksi yang aneh terhadap berbagai aspek lingkungan.
  • Gangguan berbicara seperti ecolalia.
  • Melakukan sesuatu tanpa tujuan.

Autis kelihatan di saat umur anak di atas 3 tahun. Penyebab autis secara pasti belum di ketahui, diduga autis disebabkan karena adanya gangguan sistem saraf pusat, faktor genetik, metabolisme dan biokimia.

Gambar Gravatar
Assalamualaikum .wr. wb,Selamat Belajar dan Mengerjakan Tugas! ^_^Apabila ada pertanyaan hubungi Fanspage di Facebook fb.com/kimia.space atau email saya shirosora02@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *