Sistem Gerak – Pengertian, Struktur, Fungsi, Contoh dan Kelainannya

Diposting pada

Sistem Gerak – Pengertian, Struktur, Fungsi, Contoh dan Kelainannya – Tubuhmu memiliki bentuk tertentu. Tubuhmu memiliki rangka yang mendukung dan menjadikannya kuat. Tubuhmu juga memiliki komponen yang membuatnya dapat bergerak atau beraktivitas.

Apa saja yang terlibat bila kamu melakukan gerak? Dalam Bab ini kamu akan mempelajari bagaimana tubuhmu melakukan gerak, dan bagian-bagian apa saja yang membuat tubuhmu bergerak. Sebagai langkah awal, lakukan Kegiatan Penyelidikan untuk mengeksplorasi bagian tubuhmu yang terlibat saat bergerak.

Sistem Gerak - Pengertian, Struktur, Fungsi, Contoh dan Kelainannya

A. Pengertian Sistem Gerak

Sistem gerak pada manusia atau disebut juga sebagai sistem muskuloskeletal merupakan kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak seperti rangka (tulang),persendian, otot terdiri dari tulang, otot, sendi, serta organ-organ lain seperti ligamen dan tulang rawan. Organ-organ yang termasuk ke dalam sistem ini, akan bekerja sama untuk melakukan berbagai fungsinya dengan baik.

Simak Juga : Soal Sistem Gerak pada Manusia Pilihan Ganda dan Jawaban

Dalam sistem gerak pada manusia, tulang akan berja sama dengan tulang rawan, ligamen, serta jaringan ikat lainnya, untuk merekatkan satu tulang dengan tulang lainnya.

sistem gerak manusia

B. Tulang

Tulang merupakan salah satu bagian system rangka yang terbuat dari jaringan ikat tulang. Tulang sangat berguna bagi manusia. Beberapa fungsi tulang adalah sebagai berikut :

  • Sebagai alat gerak bersama dengan otot
  • Sebagai tempat melekatnya otot
  • Sebagai pelindung organ lunak dan vital
  • Tempat memproduksi sel-sel darah
  • Tempat penyimpanan cadangan mineral, berupa kalsium dan fosfat serta cadangan lemak.

Klasifikasi Tulang

Tulang Rawan (kartilago)

Tulang rawan terdiri atas sel-sel frawan (kondrosit), serabut kolagen dan matriks. Sel-sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel-sel tulang rawan, yaitu kondroblas.

Berdasarkan susunan serabutnya, tulang rawan dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut :

  1. Tulang rawan hialin, mempunyai serabut terbesar dalam anyaman yang halus dan rapat. Tulang rawan hialin terdapat di ujung tulang rusuk yang menempel ke tulang dada.
  2. Tulang rawan elastis, susunan sel dan matriks nya mirip tulang rawan hialin, tetapi tidak sehalus dan serapat tulang hialin. Tulang rawan elastic terdapat di daun telinga, laring dan epiglottis.
  3. Tulang rawan fibrosa, matriksnya tersusun kasar dan tidak di cakram antar tulang belakang dan simfisis pubis (pertautan tulang kemaluan).
Contoh tulang rawan

Tulang keras (Osteon)

Tulang terbentuk dari tulang rawan yang mengalami penulangan (osifikasi). Ketika tulang rawan (kartilago) terbentuk, rungga-rongga matriksnya terisi oleh sel osteoblas. Osteoblas merupakan lapisan sel tulang muda.

Osteoblas akan menyekresikan zat interselules seperti kolagen yang akan mengikat zat kapur. Osteoblas (sel tulang keras)antara sel tulang yang satu dan sel tulang yang lain dihubungkan oleh juluran-juluran sitoplasma yang disebut kanalikuli. Setiap satuan sel osteosis akan mengelilingi suatu system saraf dan pembuluh darah hingga membentuk sistem havers.

Matriks di sekitar sel-sel tulang memiliki senyawa protein yang dapat mengikat kapur (CaCO3) dan fosfat (CaPO4). Kapur dan fosfat tersebut membuat tulang menjadi keras. Berdasarkan matriksnya, bagian tulang dapat dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu, tulang kompak dan tulang spons.

Tulang keras dan tulang spons

Tulang kompak memiliki matriks yang padat sedangkan tulang spons memiliki matris yang berongga-rongga. Sebenarnya kedua jenis tulang tersebut terdapat disuatu tempat yang sama. Penamaan diambil hanya dengan melihat bagian mana yang paling dominan.

Berdasarkan bentuknya,tulang keras dapat dikelompokan sebagai berikut :

  • Tulang pipa, bentuknya panjang dan berrongga seperti pipa. Contoh tulang ini diantaranya tulang pengumpul, tulang hasta, tulang betis dan tulang luring. Tulang pipa terdiri atasdua bagian, yaitu diafisis dan epifisis. Diafisis adalah bagian “badan tulang”.
  • Tulang pipih, adalah tulang-tulang yang berbentuk pipih. Tulang pipih banyak terdapat dirangka aksial. Misalnya tulang rusuk,tulang belikat dan tulang-tulang yang menyusun tengkorak.

Tulang pipih berfungsi sebagai pelindung suatu rongga. Misalnya rongga tengkorak melindungi otak, dan rongga dada melindungi jantung serta paru-paru.

  • Tulang pendek, tulang yang berukuran pendek. Hanya ditemukan di daerah pangkal telapak tanagn. Pangkal telapak kaki dan tulang belakang.
  •  Tulang tidak beraturan, yaitu tulang yang memiliki bentuk tidak beraturan. Contohnya adalah tulang-tulang belakang dan tulang penyusun wajah.
tulang keras

C. Otot

Tulang adalah alat gerak pasif. Sedangkan otot adalah alat gerak aktif. Tulang berfungsi menunjang pergerakan otot ketika otot berkontraksi atau berlekasasi. Dalam keseharian otot lebih dikenal sebagai daging.

Bedasarkan letaknya, dalam tubuh manusia terdapat lebih kurang 600 juta otot yang berbeda.Otot tidak nyanya menggerakan rangka, tetapi juga menggerakkan organ-organ tertentu dalam tubuh. Misalnya jantung, usus dan lambung. Kerja otot juga mengakibatkan membesar dan mengecilnya rongga dada tempat paru-paru berada. Ada tiga karakter yang dimiliki oleh otot yaitu sebagai berikut :

  • Kontraktibilitas, adalah kemampuan otot untuk memendek. Ketika memendek, otot berkontraksi. Jika otot menempel pada tulang, otot akan menarik tulang tersebut.
  • Ekstensibilitas, adalah kemampuan otot untuk memanjang melebihi ukuran semula. Pada saat otot memanjang, otot bereaksi.
  • Elastisitas, adalah kemampuan otot untuk kembali ke bentuk semula, setelah mengalami pemanjangan atau pemendekan.

Klasifikasi Otot

  • Otot lurik

seperti hal nya tulang, otot memiliki beberapa jenis. Otot lurik disebut juga otot rangka karena otot jenis ii menempel pada rangka dan menjadi alat gerak utama. Otot lurik memiliki sel yang berbentuk silindris dan memiliki banyak inti.

Berdasarkan cara letaknya ditulang, terdapat dua bagian otot yaitu  origo dan insertion. origo merupakan ujung otot yang menempel ditulang yang kedudukannya tetap (tumpuan) ketika otot berkontraksi. Adapun insersio merupakan bagian otot yang menempel pada tulang yang akan di gerakan ketika otot berkontraksi.

  • Otot polos

otot polos sering juga disebut otot organ dalam atau otot visceral, otot polos terbapat di orgal-orgaldalam,misalnya di saluran-saluran dalamsistem pernafasan,system pencernaan,pembuluh darah dan saluran kencing. Bentuk sel-sel otot polos menyerupai gelendongdengan satu inti di tengah. Otot polos tidak dikendalikan oleh system saraf pusat sehingga otot-otot polos bekerja di luar kesadaran.

  • Otot jantung

Otot jantung memiliki struktur mirip dengan sumber otot lurik. Hal-hal yang membedakannya adalah serabut otot jantung memiliki percabangan di serabut-serabut ototnya. Otot jantung menggerakkan jantung dan jenis sarafnya adalah saraf  otonom. Oleh karana itu otot jantung bekerja di luar kesadaran.

Otot

Sifat Kerja Otot

Otot-otot sering bekerja sama ketika melakukan gerak.mnimal terdapat dua otot yang bekerja sama. Otot pertama dan kedua berkontraksi kea rah yang berlawanan. Oleh karena itu kedua otot tersebut dikatakan melkukan kerja yang antagonis.

Pergerakan yang disebabkan otot-otot tersebut dapat berupa ekstensor dan fleksor (meluruskan dan membengkokkan) depressordan elevator (kebawah dan ke atas) supinator dan pronator(menengadah dan menelungkup) dan abductor danadductor (menjauhi dan mendekatisumbu tubuh). Contoh otot yang antagonis adalah bisep dan trisep di lengan bagian atas.

  1. Antagonis, yaitu kerja 2 otot secara berlawanan. Jika yang satu berkontraksi maka yang lain mengalami relaksasi, begitupun sebaliknya. Contoh:
  2. Pronasi dan Supinasi pada telapak tangan
  3.  Fleksi dan Ekstensi pada sendi siku dan lutut.
  4. Abduksi dan Adduksi pada sendi lengan atas dan sendi paha.
  5. Depresi dan Elevasi ketika kepala menunduk dan menengadah.
Sifat Kerja Otot

Sinergis, yaitu 2 otot yang kerjanya bersamaan. Jika yang satu berkontraksi maka yang lain pun ikut berkontraksi, begitupun dalam hal relaksasi. Contoh: Otot Pronator Teres dan Kuadratus pada telapak tangan.

D. Kelainan dan Gangguan pada Sistem Gerak

Tulang atau otot mengalami kelainan maupun gangguan. Banyak factor yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi. Berikut contoh-contoh kelainan dan gangguan yang terjadi pada tulang yaitu : Kelainan dan gangguan pada tulang

Kekurangan vitamin D

Pada tulang manusia, vitamin D di bentuk dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D sangat dibutuhkan untuk proses pelekatan kalsium di tulang ketika proses penulangan pada masa anak-anak. Kekurangan vitamin D biasanya terjadi karena tubuh kurang mendapat sinar matahari yang cukup. Akibatnya anak yang kekurangan vitamin D ini menderita kelainan pertumbuhan yang disebut rakhitus.

Osteoporosis

Osteoporosis adalah kelainan tulang, yaitu kondisi tulang menjadi lebih lunak. Hal tersebut dapat terjadin karena kekurangan hormone-hormon tertentu yang membantu pelekatan kalsium, kekurangan kalsium dalam makanan. Sehingga tubuhnya menggunakan yang tersimpan pada tulangnya.

kelainan sistem gerak

Mikrosefalus

Mikrosefalus adalah kelainan pada ukuran kepala bayi yang lebih kecil atau tidak proporsional. Hal tersebut disebabkan ketika hamil, seorang ibu mengalami kekurangan kalsium sehingga pembentukan tengkorak bayi tidak. Sempurna.

Patah tulang (fraktura)

Tulang mengalami retak/patah tulang akibat mengalami benturan keras, misalnya karena kecelakaan. Pemulihan untuk kelainan ini, yaitu dengan mengembalikan pada susunan semula secepat mungkin. Pada kasus patah tulang, untuk menyambungkannya ditambahkan pen atau platina. Setelah tulang mengalami pertumbuhan dan menyatu, pen/platina akan diambil kembali. Tulang lengan yang patah memerlukan waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan tulang paha. Waktu untuk penyembuhan tulang lengan ± 1 bulan, sedangkan pada tulang paha berlangsung ± 6 bulan.

Terkilir           

Keseleo atau terkilir adalah cedera berupa peregangan (strain) dan/atau robekan (sprain) pada otot, tendon (jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang) atau ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya).Keseleo pergelangan kaki adalah salah satu bentuk cedera paling umum dalam olahraga. Kebanyakan keseleo kaki terjadi ketika telapak kaki tiba-tiba berubah ke dalam (inversi) atau luar (eversi) ketika Anda berjalan, terantuk, jatuh, atau menyentuh tanah setelah melompat. Pergelangan tangan dan siku juga dapat terkilir karena mengangkat benda berat dengan cara yang tidak benar atau gerakan berulang berkepanjangan dari otot-otot dan tendon.

Kelainan bentuk tulang belakang

Kelainan ini disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah, kelainan ini antara lain seperti berikut:

  1. Lordosis, yaitu keadaan tulang belakang yang melengkung ke depan.
  2.  Kifosis, adalah keadaan tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga badan terlihat bongkok.
  3. Skoliosis, yaitu keadaan tulang belakang melengkung ke samping kiri atau kanan.

E. Kelainan dan gangguan pada Otot

  • Atrofi

 Atrofi adalah pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan saraf. Penyebab atrofi termasuk makanan yang buruk, sirkulasi yang buruk, kehilangan dukungan hormonal pada organ, hilangnya suplai saraf, tidak digunakan atau penyakit.

  • Tetanus

Kondisi otot yang mengalami kejang terus menerus. Penyebab penyakit ini karena infeksi bakteri Clostridium tetani. Ketika terjadi luka, bakteri ini bisa masuk melewati luka yang terbuka tersebut.

  • Miastenia gravis

Myasthenia gravis adalah autoimun penyakit yang mempengaruhi transmisi sinyal dari saraf ke otot. Nama myasthenia gravis berasal dari kata Yunani dan Latin yang berarti “kelemahan otot kuburan.” Hari ini, namun, sebagian besar kasus MG tidak sebagai “kuburan” sesuai namanya. Pada kenyataannya, kebanyakan orang dengan MG dapat mengharapkan untuk hidup normal atau hampir normal.

Ciri khas MG adalah kelemahan otot yang meningkatkan selama kegiatan dan meningkatkan setelah istirahat. MG sering melibatkan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata dan kelopak mata, ekspresi wajah, mengunyah, berbicara, dan menelan. Otot-otot yang mengontrol pernapasan dan gerakan leher dan ekstremitas juga akan terpengaruh.

  • Kelelahan otot (Distrofi otot)

 Distrofi otot merupakan penyakit kronis pada otot sejak anak-anak, diperkirakan merupakan penyakit genetis (bawaan).

Gambar Gravatar
Assalamualaikum .wr. wb,Selamat Belajar dan Mengerjakan Tugas! ^_^Apabila ada pertanyaan hubungi Fanspage di Facebook fb.com/kimia.space atau email saya shirosora02@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *