Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) – Pengertian, Fungsi dan Kelainannya

Diposting pada

Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) – Pengertian, Fungsi dan Kelainannya – Banyaknya darah seseorang bergantung pada berat tubuh dan ukuran badannya. Setiap manusia membutuhkan darah untuk bertahan hidup. Pada dasarnya susunan ataupun jumlah komposisi darah dapat menentukan kesehatan seseorang, oleh karenanya pemeriksaan darah merupakan salah satu bagian penting dalam mengukur kesehatan seseorang.

Darah merupakan jaringan yang terdiri dari bermacam-macam sel dan cairan. Darah memiliki banyak fungsi penting dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh tubuh manusia, darah memasok bahan-bahan yang diperlukan sel-sel yang bekerja sama untuk membangun tubuh. System peredaran terdiri atas system kardiovaskular (system sirkulasi) dan system getah bening (system limfa).

System kardiovaskular mengalirkan darah dari suatu tempat ke tempat lain. Darah mengalir melalui suatu rangkaian pipa yang disebut pembuluh darah. Jantung berfungsi sebagai pompa untuk membantu menggerakkan darah melalui pembuluh-pembuluh darah.

Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) - Pengertian, Fungsi dan Kelainannya

A. Pengertian Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi)

Sistem transportasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Sistem predaran darah manusia berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Sistem peredaran darah berfungsi untuk :

  • Mensuplai oksigen dan sari makanan yang diabsorbsi dari sistem pencernaan ke seluruh jaringan tubuh
  • Membawa gas sisa berupa karbon dioksida ke paru-paru
  • Mengembalikan zat sisa metabolisme ke ginjal untuk di sekresikan
  • Menjaga suhu tubuh
  • Mendistribusikan hormon-hormon untuk mengatur fungsi sel tubuh

Sistem peredaran darah manusia melibatkan darah (alat transportasi utama), jantung dan pembuluh darah (alat peredaran darah).

Simak Juga : Soal Sistem Peredaran Darah Manusia Pilihan Ganda [+Pembahasan]

Darah (alat transportasi utama)

Darah merupakan alat transportasi utama dalam sistem transportasi. Darah berfungsi:

  • Mengangkut oksigen dan karbondioksida ke dan dari jaringan-jaringan dan paru-paru
  • Mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh yaitu molekul-molekul makanan (seperti gula, asam amino) limbah metabolisme (seperti urea), ion-ion dari macam-macam garam (seperti Na+, Ca2+,Cl–, HCO3–), dan hormon-hormon.
  • Mengedarkan panas dalam tubuh.
  •  Berperan aktif dalam memerangi bibit penyakit.

Darah yang terdapat di dalam tubuh kira-kira 8% dari bobot tubuh. Jadi, seorang laki-laki dengan bobot badan 70 kg mempunyai volume darah kira-kira 5,4 liter, 55 % plasma darah dan 45% sel-sel darah. Darah manusia terdiri atas dua komponen, yaitu sel-sel darah yang berbentuk padatan dan plasma darah yang berbentuk cairan.

Jika darah disentrifugasi, maka darah akan terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian paling bawah adalah sel-sel darah merah, lapisan di atasnya adalah lapisan berwarna kuning yang berisi sel-sel darah putih. Sedangkan, lapisan paling atas adalah plasma darah.

Darah (alat transportasi utama)

B. Bagian-bagian Darah

Darah terdiri atas sel darah merah, plasma darah, sel darah putih dan keeping-keping darah. Kurang lebih 55% bagian dari darah merupakan plasma darah.

Plasma

Plasma darah adalah bagian cair darah dan sebagian besar tersusun oleh air. Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna kuning yang menjadi medium sel-sel darah, di mana sel darah ditutup. 55% dari jumlah/volume darah merupakan plasma darah. Volume plasma darah terdiri dari 90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbon dioksida. Plasma darah juga merupakan medium pada proses ekskresi.

Plasma darah

Sel darah merah

Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum tulang. Saat pertama kali dibentul sel darah merah memiliki inti sel seperti sel-sel yang lain, yang membedakan hanya dalam perkembangannya yang berpusat pada sumsum tulang. Sel darah merah berfungsi sebagai pengangkut oksigen yang di dalamnya terdiri atas hemoglobin dan inti sel.

Sel darah merah

Hemoglobin

Hemoglobin (Hb) adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yaitu suatu pigmen merah yang mengandung zat besi. Ketika sel darah melewati paru-paru, oksigen akan terikat pada zat besi yang ada dalam sel darah merah.

Kemudian sel darah merah akan bergerak ke tempat lain diman hemoglobin sendiri akan melepaskan oksigen lalu berdifusi ke dalam sel. Sel-sel tubuh menggunakan oksigen untuk menghasilkan energy dari sari-sari makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein.

Hemoglobin

Sel Darah Putih (Leukosit)

Sel darah putih memerangi bakteri, virus dan bahan-bahan asing yang masuk ke dalam tubuh. Jumlah sel darah merah pada satu millimeter kubih darah hanya terdapat lima hingga sepuluh ribu sel darah putih

Sel Darah Putih (Leukosit)

Sel darah putih mempunyai satu inti sel dan berbentuk tidak tetap. Fungsi umum dari sel darah putih adalah melindungi tubuh dari infeksi. Umur leukosit dalam sistem peredaran darah adalah 12 – 13 hari. Berdasarkan granula yang dikandung sitoplasma, sel darah putih dapat dibedakan menjadi sel darah putih bergranula (granulosit) dan sel darah putih yang tidak bergranula (agranulosit).

Leukosit yang bergranula, contohnya eusinofil (2 – 4 %), basofil (0,5- 1%), dan neutrofil (60 – 70 %). Sedangkan, leukosit yang tidak bergranula, contohnya limfosit (20 – 25 %) dan monosit (3 – 8 %). Neutrofil bersifat fagosit dengan cara masuk ke jaringan yang terinfeksi. sebuah sel netrofil mampu memfagosit 5-20 bakteri, dan neutrofil aktif sekitar 6-10 jam, setelah itu mati.

Basofil bersifat fagosit serta melepaskan heparin dan histamin ke dalam darah. Heparin merupakan senyawa mukopolisakarida yang banyak terdapat di hati dan paru, yang berfungsi untuk mencegah pembekuan darah.Sedangkan histamin merupakan senyawa yang dilepaskan sebagai reaksi terhadap antigen yang sesuai.

Keping-Keping Darah (Trombosit)

Keping-keping darah adalah fragmen sel-sel yang dihasilkan oleh sel-sel besar (megakariosit) dalam sum-sum tulang. Trombosit berbentuk seperti cakeram atau lonjong dan berukuran 2 μm. Keping-keping darah mempunyai umur hanya 8 – 10 hari. Secara normal dalam setiap mm³ darah terdapat 150.000 – 400.000 keping-keping darah. Trombosit memiliki peranan dalam pembekuan darah. Perhatikan skema pembekuan darah di bawah ini

Keping-Keping Darah (Trombosit)

Keterangan Skema :

  • Jika jaringan tubuh terluka, trombosit pada permukaan yang luka akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase.
  • Enzim trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan ion kalsium (Ca)
  • Protrombin merupakan senyawa yang dibentuk di hati dengan bantuan vitamin K
  • Selanjutnya trombin akan mengubah fibrinogen, fibrin.

C. Sistem Kardiovaskuler

Kata Cardio berarti jantung dan Vascular berarti pembuluh darah. System ini terdiri atas jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem ini merupakan system tertutup.

Jantung

Jantung merupakan organ berotot yang ukurannya sekepalan tangan, jantung terletak di belakang tulang dada dan paru-paru. Jantung manusia memiliki empat ruang, dua ruang dibagian atas di sebut serambi (atrium) kanan dan kiri. Masing-masing serambi berhubungan langsung degan pembuluh bali. Dua ruang besar di bawahnya disebut bilik (ventrikel) kanan dan kiri, masing-masingnya berhubungan langsung dengan pembuluh nadi. Diantara serambi  dan bilik bawah dipisahkan oleh klep sehingga darah yang mengalir dari satu atrium ke ventrtikel dan diantara serambi kanan dan kiri dipisahkan oleh sekat.

Aliran darah di dalam jantung diuraikan sebagai berikut :

  • Darah dari pembuluh balik memasuki serambi jantung kanan dan kiri
  • Serambi mulai memompa atau meneka darah keluar menuju bilik, saat itu serambi berkontraksi.
  • Ketika serambi berkontraksi, bilik kanan dan bilik kiri relaksasi (tidak memompa), saat itu bilik menerima darah dari serambi
  • Bilik kanan dan kiri kemudian berkontraksi menekan darah ke dalam dua arteri besar menuju tubuh dan paru-paru.
  • Saat bilik memompa darah ke pembuluh nadi, serambi relaksasi. Saat itu prmbuluh balik (dari tubuh) kembali memasuki serambi, seperti proses pertama dan siklus jantung terulang lagi.

Pembuluh darah

Dalam pembuluh darah Bahan-bahan terlarut seperti sari makanan, mineral dan oksigen yang ada di dalam plasma darah di angkut ke seluruh sel tubuh

Pembuluh nadi arteri

Saat darah ditekan keluar dari jantung merupakan awal perjalanan darah melalui pembuluh nadi, kapiler, dan pembuluh balik. Pembuluh nadi adalah pembuluh darah yang :

  • membawa darah keluar dan menjauhi jantung
  • membawa darah dengan tekanan tinggi
  • berdinding tebal dan berotot.

Masing-masing bilik jantung dihubungkan dengan pembuluh nadi, sehingga apabila bilik berkontraksi, darah dialirkan dari jantung ke pembuluh nadi. Aorta merupakan pembuluh nadi berdiameter paling besar. Pembuluh nadi bercabang menjadi pembuluh-pembuluh darah yang lebih sempit.

Pembuluh balik (vena)

Pembuluh balik (vena) adalah pembuluh darah yang:

  • mengalirkan darah ke jantung
  • mempunyai lebih sedikit otot daripada arteri
  • bentuknya agak lebih pipih daripada arteri
  • berdinding lebih tipis daripada arteri
  • membawa darah dengan tekanan rendah
  • mempunyai klep satu arah untuk mempertahankan gerakan darah kea rah jantung.

Jika ada gerakan darah membalik, tekanan darah akan menutup klep juga sehingga darah tidak bisa melanjutkan untuk mengalir balik.

Kapiler

Pembuluh-pembuluh darah dalam tubuh menjadivsangat sempit sampai tidak bisa lagi disebut sebagai

pembuluh nadi atau pembuluh balik. Bagian ini disebut kapiler. Kapiler adalah pembuluh darah terkecil, hanya bias dilihat dengan bantuan mikroskop. Kapiler menghubungkan pembuluh nadi dengan pembuluh balik. Dinding kapiler hanya setebal satu sel.

D. Macam Peredaran Darah

Sirkulasi Pulmonalis (peredaran darah kecil)

Sirkulasi pulmonalis adalah aliran darah melalui jantung, paru-paru, dan kembali ke jantung. Darah dari selsel tubuh yang mengandung banyak karbondioksida masuk ke serambi kanan jantung melalui pembuluh balik besar yang disebut vena cava. Ketika serambi kanan berkontraksi, darah ini didorong ke bilik kanan. Bilik kanan kemudian berkontraksi, dan darah meninggalkan jantung melalui pembuluh nadi yang disebut arteri pulmonalis ke paru-paru. Saat darah melalui pembuluh darah di dalam paru-paru, karbondioksida ditukar dengan oksigen.

Darah kaya oksigen kembali ke jantung melalui pembuluh balik, yang disebut vena pulmonalis, masuk ke serambi kiri. Vena pulmonalis adalah satu-satunya pembuluh balik di dalam tubuh yang membawa darah kaya oksigen. Saat serambi kiri penuh darah kaya oksigen, serambi kiri berkontraksi dan mendorong darah ke dalam bilik kiri.

Tahap akhir dari jalur ini adalah saat bilik kiri berkontraksi dan mendorong darah naik dan keluar jantung ke dalam pembuluh nadi terbesar tubuh, yaitu aorta. Aorta membawa darah keluar dari jantung ke banyak percabangan pembuluh nadi yang menyebarkannya ke seluruh bagian-bagian tubuh.

Sirkulasi sistematik (peredaran darah besar)

Sirkulasi sistemik mengalirkan darah ke seluruh jaringan tubuh kecuali jantung dan paru-paru. Jalur ini merupakan jalur terpanjang di antara jalur lain. Sirkulasi sistemik membawa darah kaya oksigen dari bilik kiri melalui aorta ke pembuluh nadi dan kapiler di seluruh organ dan jaringan tubuh. Nutrien (zat makanan) dan oksigen ditukar dengan karbondioksida dan zat-zat sampah di dalam kapiler.

Darah kembali ke jantung di dalam pembuluh balik dari kepala dan leher melalui pembuluh balik besar, disebut vena cava superior. Darah kembali ke jantung dari daerah perut dan bagian yang lebih rendah tubuh melalui pembuluh nadi besar, disebut vena cava inferior ke serambi kanan. Kemudian, darah miskin oksigen dikirim ke paruparu melalui jalur sirkulasi pulmonalis.

Sirkulasi koronia

Sirkulasi koronaria adalah aliran darah ke jaringan jantung. Jantung mempunyai pembuluh darahnya sendiri untuk memasok nutrien dan oksigen dan mengeluarkan zat-zat sampah. Pembuluhpembuluh darah ini adalah pembu-luh nadi dan pembuluh balik koronaria.

E. Kelainan pada Sistem Peredaran Darah

Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah

Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau hemorrhage.

Hemofilia

Hemofilia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan fungsi dalam pembekuan darah seseorang. Akibatnya, luka kecil dapat membahayakan nyawa.

Pendarahan hebat

baik karena kecelakaan atau bukan (seperti pada operasi), dan juga penyakit darah seperti anemia dan thalassemia, yang memerlukan transfusi darah. Beberapa negara mempunyai bank darah untuk memenuhi permintaan untuk transfusi darah. Penerima darah perlu mempunyai jenis darah yang sama dengan penyumbang.

Darah juga merupakan salah satu “vektor” dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman

Anemia

Anemia merupakan suatu keadaan kekurangan eritrosit (Hemoglobin). Kekurangan hemoglobin menyebabkan suplai oksigen ke jaringan menurun sehingga dapat mengganggu fungsi kerja sel. Gejala anemia antara lain di tandai dengan muka pucat, cepat lelah, sakit kepala, timbulnya titik-titik hitam pada mata, jantung berdebar-debar, dan bertambahnya kecepatan denyut nadi di pergelangan tangan.

Talasemia

Talasemia merupakan suatu kelainan pada eritrosit yang berakibat sel tersebut mudah rapuh dan cepat rusak. Talasemia termasuk penyakit keturunan yang dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki.

Polisitemia

Polisitemia merupakan suatu penyakit yang di tandai dengan adanya kelebihan produksi eritrosit. Dalam hal ini darah menjadi kental sehingga memperlambat aliran darah di dalam pembuluh atau dapat juga membentuk gumpalan di dalam pembuluh darah.

Gumpalan tersebut dapat menyebabkan ganggren (kematian jaringan) dan bila terjadi pada jantung dapat berakibat kematian.Gejala yang di timbulkannya dapat berupa sakit kepala dan pusing.

Leukemia

Leukemia atau kanker darah merupakan suatu penyakit yang di sebabkan oleh kelebihan produksi leukosit. Leukemia terjadi akibat sumsum tulang atau jaringan limpa bekerja secara tidak normal sehingga produksi leukosit menjadi berlipat ganda, sedangkan produksi eritrosit dan trombosit menurun. Pada saat demikian, jumlah leukosit dapat mencapai 500.000 sel per mm3.

Agranulositosis

Agranulositosis merupakan kebalikan dari leukemia yang berakibat pada menurunnya daya tahan terhadap penyakit. Penyakit ini dapat menyebabkan seorang pasien meninggal karena infeksi yang tidak dapat ia lawan.

Trombositopenia

Trombositopenia merupakan suatu penyakit yang di tandai dengan sedikitnya kandungan keping darah di dalam darah

Hemofilia

Hemofilia merupakan suatu penyakit yang berakibat sukarnya darah membeku ketika terjadi pendarahan. Hemofilia termasuk penyakit keturunan yang terjadi hampir pada semua keturunan berjenis kelamin laki-laki.

Jantung Koroner

Jantung koroner merupakan penyakit jantung yang di sebabkan oleh tersumbatnya arteri koroner, yaitu pembuluh yang menyuplai darah ke jantung. Penyumbatan pembuluh tersebut dapat terjadi karena adanyaendapan lemak, terutama berupa kolesterol pada lapisan dalam dinding pembuluh. Penyumbatan pembuluh arteri demikian di kenal dengan istilaharteriosklerosis.

Hipertensi

Hipertensi merupakan suatu keadaan yang di tandai dengan tekanan sistoldi atas 150 mmHg atau tekanan diastol di atas 100 mmHg.Hipertensi atau yang di kenal sebagai tekanan darah tinggi di tandai dengan badah lemah, pusing, napas pendek dan palpitasi jantung.Hipertensi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh arteri dan kapiler.jika terjadi pada otak, maka di sebut pendarahan otak

Hipotensi

Hipotensi merupakan suatu keadaan yang di tandai dengan tekanan sistol dan diastolnya di bawah ukuran normal.tekanan darah ideal adalah 120 mmHg untuk sistol dan 70 atau 80 mmHg untuk diastol.Hipotensi atau tekanan darah rendah di tandai dengan gejala badan cepat lelah, tangan dan kaki terasa dingin, dan mudah pusing ketika bangun dari tidur.

Gambar Gravatar
Assalamualaikum wr.wb. Selamat belajar dan mengerjakan tugas.^^Lakukan Terbaik yang kamu bisa, Berbagai Usaha, Pengalaman dan Latihan yang kamu lakukan saat ini, Pasti bukanlah hal yang sia-sia di waktu yang akan datang.. So Keep Spirit and Do your Best!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *