10+ Soal Oksidimetri (Kimia Analisis) dan Jawaban [+Pembahasan]

Diposting pada

10+ Soal Oksidimetri (Kimia Analisis) dan Pembahasan – Oksidimetri merupakan salah satu jenis reaksi kimia yang digunakan analisis volumentrik adalah reaksi oksidasi reduksi. Jenis reaksi ini melibatkan adanya transfer electron antara oksidator dengan reduktor.

Soal Oksidimetri

Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan biloks, sedangkan reduksi digunakan untuk setiap penurunan biloks. Oksidator adalah senyawa dimana atom yang terkandung mengalami penurunan biloks. Sebaliknya pada reduktor, atom yang terkandung mengalami kenaikan biloks. Banyak titrasi redoks dilakukan dengan mengunakan indikator warna.

Dalam banyak prosedur analitik, analit ada dalam lebih dari satu keadaan oksidasi dan harus dirubah menjadi keadaan oksidasi tunggal sebelum dilakukan titrasi. Pereaksi redoks yang digunakan harus mampu untuk mengubah analit secara lengkap dan cepat kedalam oksidasi yang diinginkan.

1 – 10 Soal dan Pembahasan Oksidimetri

1. Pada suatu penetapan kadar ferro sulfat (MR = 278) menggunakan metode permanganometri didapatkan hasil volume kalium permanganat 0,1 N yang dibutuhkan untuk mencapai TAT adalah 10 ml. Berapa gram ferro sulfat yang habis dalam reaksi tersebut jika diketahui kesetaraan sbb :

1 ml kalium permanganat 0,1 N setara dengan 27,80 mg ferro sulfat

Jawaban :

  1 ml KMnO4 0,1 N ∞ 27,80 mg FeSO4

  10 ml KMnO4 0,1 N ∞ X mg FeSO4

  x = 10 x 27,80 mg

     = 278 mg

2. Berapa miligram FeSO4 (MR = 278) yang harus ditimbang jika diinginkan mol FeSO4 adalah 0,1 mol? 

Jawaban :

soal iodometri 1

3. Hitunglah normalitas asam sitrat (20 ml) yang ditetapkan menggunakan metode titrasi asidi-alkalimetri jika diketahui volume HCL 0,1 N yang digunakan untuk titrasi adalah 5 ml!

Jawaban :

soal iodometri 2

Baca Juga : Ebook Kimia Analitik [Buku Analitik Dasar I] untuk Universitas

4. Dalam penetapan kadar vitamin C menggunakan iodimetri, diketahui bahwa jumlah sampel yang bereaksi adalah 0,02 Molar. Jika massa vitamin C yang digunakan adalah 141 mg dan MR vitamin C adalah 176,17 , hitunglah volume vitamin C yang digunakan !

Jawaban :

soal iodometri 3

5. Suatu larutan infus mengandung NaCl sebanyak 0,85 % b/v. Jika untuk penetapan kadar NaCl digunakan 10 ml larutan tsb, berapa miligram NaCl yang terkandung secara teoritis dalam larutan sampel tersebut?

Jawaban :

soal iodometri 4

Baca Juga : Kimia Analisis – Sejarah, Metode Kualitatif dan Kuantitatif dan Aplikasinya

6. 20 tablet sulfametoksazol ditimbang seksama kemudian diserbuk. Diketahui berat total hasil timbangan adalah 12 gram. Sebanyak 0,3 gram serbuk tsb digunakan untuk penetapan kadar menggunakan titrasi nitrimetri dengan prosedur sebagai berikut :

0,3 gram serbuk ditambah 5 ml HCl encer dan 50 ml air. Didinginkan hingga suhu 15°C kemudian dititrasi dengan natrium nitrit 0,05M hingga 1 tetes larutan segera memberikan warna biru pada kertas kanji iodida. Untuk itu diperlukan 15 ml natrium nitrit 0,05 M.

Jika diketahui kandungan sulfametoksazol per tablet adalah 400 mg, tentukan kadar sulfametoksazole tersebut! (valensi 2, MR sulfametoksazol = 253,28)

Jawaban :

soal iodometri 5

7. Dalam suatu praktikum spektrofotometri, ingin dibuat larutan baku induk asam salisilat dengan konsentrasi 500 ppm. Jika volume yang diinginkan adalah 1000 ml, tentukan berapa gram asam salisilat yang harus ditimbang?

Jawaban :

soal iodometri 6

8. Dari soal di atas, jika ingin dibuat pengenceran baku induk menjadi 20 ppm dalam labu 100 ml, tentukan berapa ml baku induk yg harus dipipet!

Jawaban :

soal iodometri 7

9. Soal iodometri tentukanlah :

a. 10ml injeksi natrium tiosulfat ditambahkan HCL encer hingga pH lebih kurang 7, lalu di encerkan dengan air secukupnya hingga lebih kurang 20ml. Setelah di titrasi menggunakan indikator kanji ternyata memerlukan 40,20ml larutan iod 0,1N.

b. Berapa % b/v Na2S4O3.5H2O dalam injeksi natrium tiosulfat itu 1 ml 0,1 N setara dengan 24,82 mg Na2S4O3.5H2O

Jawaban :

Pembahasan :

a. 2Na2S2O3 + I2 → 2NaI + Na2S4O6

Mg natrium tiosulfat  = 40,20 x 24,82mg

= 997,8 mg

= 0,9978 g

b. %b/v Na2S4O3.5H2O = 0,9978/10 x 100

= 9,978%

10. Pada pembuatan Na2SO3 : Larutan iodin 15 ml 0,1 M dimasukkan ke Erlenmeyer, tambahkan beberapa tetes indicator amilum, titrasilah dengan larutan Na2SO3 sampai tidak berwarna (didapatkan V Na2S2O3 = 22 ml). Kemudian 20 ml CuSo4 + 5 ml H2SO4 2 M + 0,5 gram KI, campuran berwarna kuning + larutan kanji / indicator amilum  perlahan sampai warna keunguan. Titrasi dengan Na2S2O3 sampai warna ungu tersebut menghilang (didapatkan V Na2S2O3 = 8,5 ml). Tentukanlah kadar CuSo4 ?

Jawaban :

Pembahasan :

  • Pembuatan Na2S2O3:

V I2 = 15 ml

M I2 = 0,1 M

V Na2S2O3 = 22 ml

  • Penentuan kadar Cu:

V CuSO4 = 20 ml

V H2SO4 = 5 ml

M KI = 0,5 gr

M H2SO4 = 2 M

V larutan kanji = 4 ml (80 tetes)

V Na2S2O3 = 8,5 ml

  • Sehingga Standarisasi Na2S2O3 terhadap I2

V1.N1  = V2.N2

15 x 0,1  = 22 x N2

N2  = 1,5/ 22    = 0,07 N

Soal dan Pembahasan Oksidimetri (Kimia Analisis)

Permanganometri

11. Dalam suasana asam besi (II) dititrasi dengan larutan kalium permanganat 0,0206 M, larutan KMnO4 yang diperlukan 40,20 mL. Hitunglah mg besi dalam larutan tersebut?

Jawaban :

Pembahasan :

Dalam suasan asam:

MnO4- + 8H++ 5e → Mn2+ + 4H2O x 1

Fe2+ → Fe3++ e x 5

MnO4-+ 8H+ + 5Fe2+ → Mn2+ + 4H2O + 5Fe3+

Pada titik ekivalen:

Mol KMnO4 = M.V

Mol KMnO4 = M.V

= 0,0206 M x 40,2 mL

= 0,828 mmol

5 mol Fe ≈ 1 mol KMnO4

mol Fe yang diperlukan = 5 x 0,828 mmol

= 4,14 mmol

Banyaknya Fe yang diperlukan adalah:

= 4,14 mmol Ar.Fe.

= 231,8 mgram

Download File dalam format .doc atau .pdf agar mudah dibaca dan tertata rapi lengkap dengan peta konsep dan prasyarat materi.

Soal dan Pembahasan Oksidimetri (Kimia Analisis)

Link Download Soal dan Pembahasan Oksidimetri

Google Drive

Sudah selesai membaca dan berlatih soal ini ? Ayo lihat dulu Daftar Soal Kimia lainnya

Gambar Gravatar
Semua manusia itu pintar.. Namun yang membedakannya proses kecepatan belajar. pada suatu saat ada peserta didik yang belajar dalam 1-3 pertemuan. ada juga yang membutuhkan 3 pertemuan lebih untuk dapat memahami materi... Dengan kata lain, Belajar tergantung kondisi dan keadaan seseorang untuk memahami materi. baik itu cuaca, suasana, perasaan dan lingkungan yang mempengaruhi. Maka temukanlah kondisi terbaik dirimu untuk belajar. Jika kamu tidak mengerti materi yang diajarkan gurumu hanya saja kamu belum menemukan kondisi terbaik untuk belajar. Karena tidak ada manusia yang bodoh hanya saja malas atau tidak fokus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *